Selasa, 08 Maret 2011

Aya



di Pelabuhan LEMBAR, Lombok




















UAN

Ujian Akhir Nasional merupakan agenda tahunan yang selalu ada di dalam dunia pendidikan Indonesia. dan ini sangat menentukan nasib para siswa untuk lulus atau tidak. Beberapa materi atau pelajaran yang menjadi bahan atau penilaian utama serta nilai minum yang harus di raih siswa.

Tingkat kelulusan siswa Sekolah Menengah Umum/Madrasah Aliyah (SMU/MA) secara nasional adalah 89,88 persen atau tingkat ketidaklulusannya 10,22 persen. Tingkat kelulusan tersebut merupakan rata-rata hasil UAN SMU/MA dari tiga mata pelajaran yang bahannya bersifat nasional, yaitu Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia.

Sementara tingkat kelulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) secara nasional lebih rendah, yaitu 88,55 persen. Namun rata-rata tingkat kululusan SMU/MA tersebut mempunyai standar deviasi yang tinggi, rentangnya berkisar antara 69,31 persen sampai 96,42 persen atau terdapat daerah yang 30,69 persen siswanya tidak lulus. Hasil UAN itu akan diumumkan secara serentak di semua provinsi tanggal 14 Juni.

Daerah yang paling banyak siswanya tidak lulus dan harus mengulang ujian nasional (UN) adalah Nusa Tenggara Timur sebanyak 18.333 orang, Jawa Tengah 13.914 orang, Nusa Tenggara Barat 9.086 orang, dan Sulawesi Selatan 8.451 orang.

Jika dilihat dari mata pelajaran, yang tidak lulus satu mata pelajaran 6,85 %, 2 mata pelajaran 8,03 %. Yang paling banyak adalah tiga dan empat mata pelajaran yaitu masing-masing 10,15 % dan 9,37 %. Adapun yang tidak lulus lima mata pelajaran yaitu 6,01 %. "Ternyata masih ada juga siswa yang enam mata pelajaran tidak lulus yaitu ada 2,65 %".

Apakah anda memahami bahwa ini adalah tekanan bagi siswa dan dapat mengganggu psikologis siswa dalam mengerjakan tugasnya. Jika ingin kita telaah kembali ada bebarapa tekanan secara langsung atau tidak yang harus dihadapi oleh siswa.

1. Nilai minimum kelulusan yang tinggi

2. Melanjutkan ke sekolah favorit atau Perti

3. Orang tua

4. Sekolah

5. Guru

6. Lingkungan

1. Nilai minimum kelulusan yang tinggi

Nilai yang telah di tetapkan oleh pemerintah menurut para pengamat pendidikan dirasa tinggi dan tidak dapat disamakan dengan wilayah-wilayah yang berada di timur. Sehingga hal ini menjadi tekanan bagi siswa untuk mampu meraih nilai yang telah di tetapkan.

2. Melanjutkan ke sekolah favorit atau perti (perguruan tinggi)

Pada dasarnya semua siswa menginginkan lulus dan memiliki cita-cita yaitu masuk ke sekolah yang diingikan atau favorit di daerahnya. Anda pun telah mengetahui bahwa sekolah favorit sudah tentu banyak peminatnya dan standar nilai yang masuk pun akan menjadi tinggi. Ini merupakan potensi tekanan bagi siswa.

3. Orang Tua

Tidak jarang orang tua, pada saat mendekati ujian akhir nasional memberikan berbagai tekanan dan tuntutan bagi anaknya “Kamu harus lulus dengan nilai yang tinggi”, “kamu tidak boleh keluar rumah”, “kamu harus belajar setiap hari”, “jangan bikin malu orang tua”, “Les privat”, dan berbagai tekanan yang di berikan oleh orang tua.

4. Sekolah

Untuk menjaga kridebilitasnya sekolah memberikan berbagai program guna menunjang siswa agar semuanya lulus dan memperoleh nilai yang tinggi. Sehingga diadakan kelas tambahan bagi siswa yang akan menempuh ujian akhri sekolah. Dan ini juga merupakan penilaian bagi sekolah agar memperoleh citra yang baik di mata masyarakat dan dinas pendidikan.

5. Guru

Seorang guru pun secara tidak langsung menekan siswanya untuk memperoleh nilai yang baik. Karena mendapat tekanan dan harus menjaga nama baik sekolah. Dan ini juga merupakan penilaian bagi guru itu sendiri agar mendapat nilai plus yang baik dimata sekolah dan dinas pendidikan.

6. Lingkungan

Factor lingkungan juga dapat mempengaruhi ketegangan siswa dalam melaksankan. Malu terhadap teman sekolah, bermain dan tetangga jika sampai tidak lulus ujian akhir nasional. Tekanan ini telah muncul sejak awal ketika akan terjadinya kompetisi dalam meraih kelulusan ujian akhir nasional.

Mari kita lihat beberapa kasus yang pernah terjadi :

1. Tegang ketika Pra Ujian hingga pengumuman kelulusan

2. Agar lulus, akhirnya siswa mencari solusi pintas yaitu bocoran soal UAN dengan membayar jutaan rupiah.

3. Siswa yang berprestasi di sekolah tidak lulus UAN

4. Siswa bunuh diri ketika tidak lulus UAN dan masih banyak kasus lainya.

Dari 3 kasus ini kenapa dapat terjadi. Siswa mencari soal bocoran karena ketakutkan akan hasil akhir atau tidak Percaya diri akan kemampuannya. Siswa berprestasi tidak lulus ujian? ini disebabkan ketika ujian siswa sangat tegang dan menahan beban dipundaknya yang merupakan tekanan-tekanan psikologis yang di berikan secara tidak langsung oleh hal-hal diatas. Siswa bunuh diri ketika tidak lulus UAN: hal ini dikarenkan tambahan tekanan psikologis yang di hadapi siswa (teman dan lingkungan sekitar) setelah mengetahui hasil akhir sehingga siswa berpikir yang sangat singkat yaitu mengakhir hidupnya. Dan tidak jarang juga siswa menjadi pribadi yang sangat berbeda dari dirinya yang sebelumnya.

Apakah semua penyebabnya ? yaitu tekanan dan beban yang ada di jiwa siswa yang membuat semua siswa menjadi tegang dan stress. Apa yang perlu di lakukan ?

“Releksasi Menjelang UJIAN AKHIR NASIONAL”

Untuk meringakan tugas yang di emban oleh siswa agar dapat meraih kesuksesan dengan baik, melalui sebuah kegiatan “RELEKSASI UJIAN AKHIR NASIONAL”

Dengan metode Releksasi HYPNOTHERAPY.

Sebelum melangakah lebih jauh. Saya akan menjelasakan terlebih teknik yang saya gunakan yaitu HYPNOSIS.

Hipnotis atau hipnosis adalah suatu seni komunikasi persuasive yang ditujukan untuk menyampaikan pesan ke pusat motivasi manusia yang disebut sebagai “Pikiran Bawah Sadar”.

Sebagai suatu teknik komunikasi, maka hipnotis melibatkan aspek verbaL, nonverbal, dan me-utilisasikan segenap factor pendukung komunikasi, termasuk lambang-lambang dan nilai keyakinan (belief system).

Apakah itu pikiran bawah sadar? Otak merupakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunaknya (software) adalah pikiran. Dan pikiran terbagi menjadi 2, yaitu pikiran sadar dan bawah sadar.

Pikiran bawah sadar berisikan data berupa segenap pengalaman, pemahaman, penalaran kita mulai sejak lahir sampai dengan hari ini. Data yang terdapat dipikiran bawah sadar dapat berasal dari pengalaman langsung (yang kita alami sendiri), atau berasal dari pengalaman induktif (berasal dari pihak lain).Yang harus digaris bawahi, data dipikiran bawah sadar ini dapat berupa data benar atau data yang salah, pikiran bawah sadar tidak membedakannya.

Pikiran bawah sadar memiliki pengaruh yang besar dalam pembentukan perilaku, juga menentukan respon-respon yang kita pilih saat terjadi suatu stimulus dari luar. Bahkan salah satu buku yang sangat terkenal (Peace of Mind dari Sandy McGregor) menuliskan angka 88% untuk pengaruh pikiran bawah sadar, sedangkan pikiran sadar hanyalah 12%.

88% merupakan angka yang besar, mungkin ini menjadi perdebatan di hati anda dan mengatakan kalau anda sadar dalam melakukan aktifitas apapun itu. Dimana dan kapan saja pikiran bawah sadar itu bekerja. Yaitu ketika anda sholat anda sudah tidak memikirkan gerakan apa lagi atau doa apa saja yang harus dibaca semua berjalan dengan sangat santai dan ringan. Saya ingin bertanya apakah anda sadar ketika sedang mengendarai motor atau mobil ?. Di hati anda mengatakan sadar. Ya, itu benar sadar ketika anda akan menaiki mobil atau motor, serta menghidupkan mobil dan menjalakannya tapi ketika kendaraan itu sudah berjalan, anda sudah menggunakan pikiran bawah sadar, anda tidak memikirkan lagi untuk kapan memindahkan perseneling atau gigi motor, anda tidak belok dengan enak dan santai, anda tidak memikirkan anda bisa jatuh dari motor (hal ini berbeda ketika anda sedang belajar naik sepeda, anda benar-benar berpikir bisa seimbang atau tidak) dan tidak jarang anda main belok atau menyalip kendaran dengan tenang sekali, nah pada saat ini pikiran bawah sadarlah yang bekerja. Berbeda ketika awal anak belajar berkendaraan: anda tegang, terus berpikir apa langkah selanjutnya, was-was ketika ada kendaraan disamping atau menyalip, was-was berada di jalan sempit, dll. Dan semua sudah menjadi perilaku dan kebiasaan bagi anda.

Dimana lagi pikiran bawah sadar? yaitu ketika anda berimajinasi atau membayangkan sesuatu, ketika anda focus atau konsentrasi, tidur dengan mimpi atau tanpa mimpi. Atau dapat dikatakan bahwa pada kondisi ini anda sangat rileks dan tanpa stres. Perlu anda ketahui bahwa pikiran bawah sadar ini mampu menyerap dan mengakses informasi/data dengan sangat cepat dan mudah sekali.

Bagaiamana dengan pikiran sadar yang 12 % ini ?. Pikiran sadar disaat pikiran anda terbagi menjadi 2. Dan anda menjadi sangat analitis, logis dan aktif, atau suatu keadaan untuk melakukan banyak hal dan disertai dengan stres yang bisa jadi makin menguat.

Teknik hipnosis ini dapat kita gunakan kepada siswa agar menjadi jauh lebih rileks dan motivasi untuk menikmati pelajaran, menyerap segala pelajaran dengan mudah sekali, sehingga pada saat menjawab soal dengan senang, tenang dan menikmati ujian akhir nasional tanpa ada beban yang mengganggu pikiran siswa.

Analogi-nya adalah ketika anda senang mengerjakan sesuatu atau menyenangi sesuatu anda akan mengerjakan itu dengan hati riang, gembira, senang, tenang dan hasilnya pun maksimal.

Dengan teknik ini saya akan memprogram pikiran bawah sadar mereka agar menjadi lebih termotivasi, bersemangat dan lebih menikmati belajar tanpa adanya beban dan stress dipikiran mereka.

Bayangkan saja ketika semua siswa anda benar-benar menikmati ujian, menjawab dengan tenang sekali, dan mereka mampu mengaskes pelajaran yang ada di pikiran mereka dengan sangat mudah ketika ujian akhir nasional dan setelah ujian seluruh siswa anda menangis bahagia, gembira dan memeluk serta mencium tangan semua guru yang ada karena mereka lulus dan mereka sangat berterimakasih kepada anda sebagai guru. Itu merupakan hal yang paling indah dan anda harapkan.

Manfaat bagi siswa :

1. Dapat melepaskan ketegangan/strees/beban pikiran siswa pra UAN, UAN hingga Pengumuman.

2. Meningkatkan konsentrasi/fokus belajar

3. Membuat siswa lebih termemotivasi siswa untuk belajar

4. Mempermudah siswa untuk menyerap atau menerima perlajaran.

5. Mempermudah siswa mengakses pelajaran yang telah di terima.

6. Meningkatkan kepercayaan diri.

7. Siswa dapat melakukan rileksasi kapan saja.

Senin, 07 Maret 2011

PEngakuan Romy Rafael di DETIKcom

Detikcom : Apakah tayangan Anda di televisi itu hipnotis?

Romy Rafael : Tayangan saya memang hipnotis, karena ada proses hipnotisnya. Saat kamera belum dalam keadaan merekam, saya akan mendekati seseorang di halte. Saya akan bertanya apakah saya boleh menghipnotis Anda. Jika saya sudah memperoleh persetujuan dari orang tersebut, lalu orang tersebut saya berikan induksi atau proses sugesti yang minimal 30 menit sampai 1 jam, dimana proses ini tidak ditayangkan di televisi. Dan yang terlihat oleh penonton adalah saya mengucapkan kata 'tidur' lalu orang ini tidur

Saya senang akhirnya ada juga pernyataan yang saya garis bawahi : Dimana proses ini tidak ditayangkan di televisi . Sebab yang akhirnya terjadi adalah persepsi masyarakat bahwa hipnotis itu “ betul – betul sakti “. Hypnotician digambarkan hanya dengan memandang mata atau membakar tisu ( flash paper ) kemudian volenteernya ambruk. Wah, padahal gak sesederhana itu.

Alhasil masyarakat yang rela merogoh kocek tidak sedikit untuk mengikuti pelatihan jadi merasa nggak pede, mubzair ikut pelatihan. Dalam pikiran mereka : Saya pengen seperti yang Romy atau Uya Kuya lakukan !.

Saya pernah lakukan dalam pelatihan, saya berkenalan dengan peserta yang duduk di barisan depan dengan menjabat tangannya, lalu saya minta orang tersebut melihat jam tangan saya dan saya katakan : Anda akan tertidur saat detik jam ini berada di angka 12. Dan benar orang tersebut terhuyung dan tertidur. Hipnotis saya sukses. Pengalaman lain, saat pelatihan baru mulai 1 jam, saya bilang ke seorang ibu – ibu yang duduk di belakang : Ibu, duduknya nyaman ya ?saking nyamannya Ibu menjadi sangat relaks, bahkan semakin relaksnya, Ibu ingin sekali tidur. Tidak sampai 5 detik, Ibu tersebut memang terpejam dan betul – betul tidur.

Nah, pengalaman saya di atas, seolah sempurna. Menghipnotis tanpa tes sugesti, tanpa rapid induction, bahkan dari jarak jauh, padahal saya juga menggunakan struktur hipnotis formal juga. Pada pengalaman pertama, tes sugesti saya lakukan ketika berjabat tangan. Saya bisa merasakan genggaman tangan seseorang yang sugestive atau tidak. Sedangkan pada Ibu yang duduk di belakang, tes sugesti saya lakukan dengan memperhatikan cara Ibu itu menyimak pelajaran yang saya berikan. Selanjutnya saya tes lagi dengan kalimat : Duduk Ibu nyaman sekali ya ? dan saya mendapat jawaban : “ Ya “, bahkan selama saya Tanya, posisi duduk Ibu tak bergeser sedikit pun. Maka menurut saya, Ibu ini sangat suggestive. Lalu saya induksi dengan kalimat di atas. Dua aksi saya tadi sukses karena dukungan pemahaman saya terhadap struktur hipnotis dank lien yang sangat suggestive.

Saya sudah jelaskan, tidak ada yang istimewa dari hipnotis di atas, asal strukturnya dilalui dengan jelas. Bahkan Romy Rafael pun melakukan tes sugesti !. Namun sekali lagi dasar mental kebanyakan, peserta malah minta diajarin “ Hipnotis tanpa tes sugesti “,seperti Romy Rafael, Uya Kuya atau contoh saya di kelas tadi, hahaha, mereka malas belajar yang sesuai struktur fundamentalnya. Kalau masih banyak yang merengek, jawaban saya sederhana : Praktek, dan perbanyak latihan menghipnotis. Jika sudah 100 orang kamu hipnotis, maka ilmumu akan sempurna....( Hahaha, kayak nasihat Sinto Gendeng pada Wiro Sableng, emangnya hipnotis ilmu apaan ?Wes, pokoknya banyak praktek ! )

Kalau sudah begini, saya berharap ada tayangan TV, behind the scene tayangan hipnotis di TV atau proses the making of Hipnotis Unek – Unek. Biar masyarakat jadi betul – betul paham. Bukan malah dikibulin. Eh, mereka sadar nggak ya dikibulin ?.

Maju Terus Hipnotis Indonesia, Anda Adalah Pelopor