Senin, 03 Agustus 2009

JOTA n JOTI


What is Jamboree-on-the-Air (JOTA)?

The JOTA is an annual event in which Scouts and Guides all over the world speak to each other by means of amateur radio contacts. Scouting experiences are exchanged and ideas are shared, via the radio waves.

When Scouts want to meet young people from another country they usually think of attending a World Jamboree or another international gathering. But few people realize that each year about half-a-million Scouts and Guides "get together" over the airwaves for the annual Jamboree-on-the--Air (JOTA). Modern communication technology offers Scouts the exciting opportunity to make friends in other countries without even leaving home.....

Since 1958 when the first jamboree-on-the-Air was held, thousands of Scouts and Guides have "met" each other through this event. Not only is it fun to talk to Scouts from other parts of the world but it provides also a chance to find out about other countries and about Scouting elsewhere. Many contacts made during the JOTA have resulted in penpals and links between scout troops that have lasted for many years.

With no restrictions on age, on the number that can participate and at little or no expense, the JOTA provides an opportunity for Scouts and Guides to contact each other by amateur radio. The radio stations are operated by licensed amateur radio operators. Many Scouts and leaders hold licences and have their own stations, but the majority participates in the JOTA through stations operated by local radio clubs and individual radio amateurs. Today some operators even use television or computer linked communications.

Date and duration of the event

The world--wide Jamboree-On-The-Air is organized to coincide with the third full weekend of October each year. The event starts at 00.00 hours local time on the Saturday and concludes 48 hours later at 24.00 hours local time on the Sunday. Each station can choose its own operating hours within this period.


13th Jamboree On The Internet 17-18 October 2009

JOTI is an annual event when Scouts and Guides all over the world make contact with each other by means of the Internet. It is a real Jamboree during which Scouting experiences are exchanged and ideas are shared, thus contributing to the world brotherhood of Scouting. JOTI is a world-wide event mainly for Scouting groups in all youth programme sections, although members may participate individually.

JOTI is officially open 48 hours, from Saturday 00.00h until Sunday 24.00h local time. JOTI is held at the same time as the Jamboree on the Air (JOTA) which focuses on amateur radio communication. Activities for the two events are often conducted together. Well over 500,000 people participate each year.

JOTI and JOTA are for members of the World Organization of the Scout Movement (WOSM), and also for members of the World Association of Girl Guides and Girl Scouts (WAGGGS).

Rabu, 22 April 2009

CALEG Stress

ketidak mampuan dan ketidak sanggup para caleg menimbulkan stress bagi para caleg yang modal sedikit dan tidak memiliki kesiapan mental. Sehingga menimbulkan hal-hal aneh n memperlihatkan bahwa caleg indonesia hanya mengejar harta untuk menjadi wakil-wakil kita di DPR atau DPRD.
tingkah aneh para caleg telah terekspose oleh media. caleg yang menarik bantuannya dan caleg yang kepara normal untuk membantu menghilangkan stressnya. sifat pamrih para caleg ini akan memberikan pendidikan politik yang buruk, tetapi ada positif nya yaitu masyarakat akan lebih dewasa dalam mensikapi para caleg di masa yang akan datang. dan para caleg tidak hanya sekedar pengen cari uang untuk duduk di kursi panas tetapi bener-benar dari hati yang tulus sebagai wakil rakyat.

Selasa, 10 Maret 2009

Pemanis PARPOL dan CALEG (end)

Seperti apa yang telah disampaikan pada artikel sebelumnya banyak parpol yang mencoba untuk meraih simpati para pemilih yang kini sangat dimuliakan dan di agung-agungkan. Para parpol akan memulai acting-nya sehingga masyarakat hanyut dalam skenario yang telah diciptakan. Bagaimana kita sebagai rakyat atau pemilih yang cerdas dalam mensikapi scenario yang dibentuk secara perlahan tapi pasti ini.

Marilah kita melihat metode apa yang digunakan para parpol dalam kampanye terbukanya. Apakah dapat memberikan pendidikan politik yang baik bagi masyarakat? Bagaimana simpatisan partai dalam konfoi kendaraanya? Apa saja yang disajikan pada saat parpol melakukan kampanye terbuka? Apa visi dan misi parpol dalam membangun negeri ini? Bukti apa yang telah diberikan?

Mari kita memulai dari pertanyaan pertama dan sederhana. Apakahan parpol memberikan pedidikan politik yang baik bagi masyarakat?. Dari awal kita sudah dapat menilai parta mana yang saling menjatuhkan dan menjelekan atau lebih dikenal dengan istilah black campange (kampanye hitam), dimana parpo menyerang lawannya dengan menjelek-jelekan parpol lain atau membuat pencitraan buruk bagi parpol lain.

Bagaimana simpatisan partai dalam Konfoi kendaraan?

Disini kita juga dapat menilai apakah konfoi kendaraan yang dilakukan oleh simpatisan maupu kader itu melanggar aturan ( lalulintas), brutal, dan anarkis. Tidak jarang kita lihat ketika ada konfoi kendaraan membawa kayu dan mengayunkan tongkat bendera kesamping kanan dan kiri, seolah-olah akan memukul siapa saja yang menghalangi jalan mereka. Parpol yang bagus mampu memberikan instruksi yang baik sehingga pada konfoi tidak mengancam keselamatan orang lain dan tidak mengganggu kenyamanan orang lain berkendaraan. Sehingga ini menyciptakn rasa simpati masyarakat.

Apa yang disajikan oleh parpol pada saat kampanye terbuka?

Apa yang menjadi titik berat parpol pada saat kampanye terbuka atau acara apa yang lebih mayoritas disajikan oleh parpol. Banyak parpo merubah kegiatan kampanye nya menjadi kegiatan atau acara konser music dangdut. Sehingga apa yang menjadi tujuan utama dalam menyampaikan visi dan misi parpol tidak tersampaikan dengan baik. Yang terjadi hanya pengerahan massa dilapangan dan berjoget bersama-sama.

Apa visi dan misi parpol dalalm membagung negeri ini?

Masyarakat harus dapat menilai visi dan misi parpol semua yang ada. Sehingga masyarakat tidak lagi menjadi orang buta yang meraba sehingga pilihan kita tidak salah dan bukanlah sebuah uji coba. Karena setalah kita mencontreng parpol yang kita pilih maka nasib bangsa ini telah kita serahkan kepada parpol tersebut.

Apa bukti yang telah diberikan paropol?

Ini lah saatnya kita membuktikan semua yang telah disampaikan pada saat lima tahun yang lalu, apakah parpol yang dahulu kita pilih menepati janji-janjinya. Dan mari dinilai kinerja para wakil rakyat yang duduk di DPR, sudah sesuai dengan amanat yang kita berikan atau tidak. Jika anda merasa bahwa banyak negatifnya atau tidak sesuai apa yang anda harapkan, anda tidak perlu berpikir panjang lagi. Jangan pilih lagi parti itu. Pilih partai yang memiliki komitment kuat, partai yang bersih dari korupsi, skandal dan lain-lain. Pilih partai yang mampu menjalankan amanat rakyat dengan baik. Pilih partai yang telah membuktikan dan selalu terjun kemasyarakat kapan saja dan dimana saja pada saat dibutuhkan maupun tidak dibutuhkan bukan partai yang mendekat ke masyarakat pada saat kampanye saja.

Seperti apa yang telah disampaikan oleh departemen kesehatan bahwa pemanis buatan itu tidak baik bagi kesehatan. Jadi janganlah plih partai yang memberikan PEMANIS BUATAN. Apa itu pemanis buatan? Semua telah saya sampaikan diatas.

Minggu, 08 Maret 2009

Kontingen jogja performance at RAINAS

Inilah performance Jogjakarta pada saat pementasan di RAIMUNA NASIONAL 2008